🕌 Pesantren OS
🏠 Asrama

Mengelola Perizinan Keluar Santri

Panduan langkah demi langkah mencatat izin pulang, berobat, dan dispensasi santri — dari pengajuan, persetujuan, hingga pencatatan kembali dan cetak surat izin.

Terakhir diperbarui:

Setiap santri yang meninggalkan lingkungan pesantren sebaiknya tercatat rapi: siapa, kapan, untuk keperluan apa, dan kapan dijadwalkan kembali. Modul Asrama di Pesantren OS menyediakan halaman Perizinan agar pengasuh dan admin tidak lagi mengandalkan buku tulis yang mudah hilang. Panduan ini membahas alur lengkapnya — mulai dari mencatat permohonan, menyetujui atau menolak, mencatat kepulangan, sampai mencetak surat izin resmi.

Sekilas Alur

Catat izin (pulang / berobat / dispensasi)

Tetapkan status: Menunggu, Disetujui, atau Ditolak
   ↓ (saat ada keputusan)
Nomor surat otomatis terbentuk

Cetak Surat Izin (A5, berkop instansi)

Santri kembali → catat di kolom Catatan

Langkah 1 — Buka Halaman Perizinan

  1. Masuk ke menu Asrama.
  2. Pilih submenu Perizinan.
  3. Anda akan melihat daftar perizinan yang pernah dicatat, lengkap dengan kolom santri, alasan, periode, dan status.

Gunakan kotak pencarian untuk menemukan santri berdasarkan nama atau NIS, dan filter status untuk menampilkan hanya yang Menunggu, Disetujui, atau Ditolak.

Langkah 2 — Catat Permohonan Izin

  1. Klik tombol + Catat Izin di kanan atas.
  2. Pilih santri melalui kolom pencarian (dapat diketik nama atau NIS).
  3. Isi Alasan / Keperluan — misalnya “pulang kampung”, “berobat ke klinik”, atau “dispensasi mengikuti lomba”.
  4. Tentukan Tanggal Mulai dan Tanggal Kembali. Tanggal kembali tidak boleh lebih awal dari tanggal mulai.
  5. Pilih Status awal:
    • Langsung disetujui — izin sudah disetujui pengasuh, siap dicetak.
    • Menunggu tinjauan — permohonan masuk antrean, menunggu keputusan admin/kepala asrama.
    • Ditolak — permohonan tidak dapat dikabulkan.
  6. Tambahkan Catatan bila perlu (opsional), misalnya “dijemput orang tua”.
  7. Klik Simpan.

Tips: untuk izin singkat sehari-hari yang sudah jelas disetujui pengasuh, pilih langsung Langsung disetujui agar surat dapat segera dicetak tanpa langkah tambahan.

Langkah 3 — Menyetujui atau Menolak Permohonan

Permohonan berstatus Menunggu menampilkan tombol aksi Setujui dan Tolak.

  1. Klik Setujui untuk mengabulkan. Sistem meminta konfirmasi, lalu mencatat siapa yang menyetujui beserta waktunya.
  2. Klik Tolak untuk menolak. Anda wajib mengisi alasan penolakan. Alasan ini akan tampil di surat cetak dan dapat dibaca wali, sehingga tuliskan dengan sopan dan jelas.

Setiap perubahan status tercatat di audit log, sehingga selalu terlihat siapa yang menyetujui atau menolak suatu izin.

Langkah 4 — Cetak Surat Izin

Begitu sebuah izin berstatus Disetujui atau Ditolak, tombol cetak Surat muncul di kolom Aksi.

  1. Klik Surat pada baris izin yang dimaksud — halaman cetak terbuka di tab baru.
  2. Surat tampil dalam ukuran A5 potret, lengkap dengan kop instansi, nomor surat, identitas santri, periode izin, serta kolom tanda tangan wali dan pimpinan.
  3. Klik tombol Cetak pada halaman tersebut, lalu serahkan surat kepada santri sebagai bukti resmi.

Catatan tentang isi surat:

  • Untuk izin Disetujui, surat memuat rincian keperluan, tanggal mulai dan kembali, serta lama izin dalam hari.
  • Untuk izin Ditolak, surat berbentuk pemberitahuan penolakan dengan alasan yang Anda tuliskan.
  • Permohonan yang masih Menunggu belum dapat dicetak — selesaikan terlebih dahulu keputusannya.

Langkah 5 — Mencatat Kepulangan Santri

Halaman Perizinan mencatat tanggal rencana kembali. Ketika santri benar-benar sudah kembali ke pesantren, biasakan menandainya agar daftar tetap mencerminkan keadaan nyata:

  1. Buka kembali izin yang bersangkutan.
  2. Perbarui kolom Catatan dengan keterangan kepulangan, misalnya “kembali tepat waktu” atau “kembali, terlambat satu hari”.

Jika santri terlambat kembali atau melanggar ketentuan izin, catat pelanggarannya melalui Modul Pembinaan agar terekam dalam riwayat pembinaan santri.

Penomoran Surat Izin

Nomor surat dibentuk otomatis saat sebuah izin diberi keputusan (Disetujui atau Ditolak). Format bawaannya mengikuti pola seperti IZIN-2026-0001 dan dapat disesuaikan dengan konvensi instansi Anda. Cara mengubah polanya dijelaskan di Penomoran Invoice & Surat.

Butuh Surat yang Lebih Formal?

Halaman Perizinan difokuskan untuk mencatat izin harian dan mingguan beserta surat cetaknya. Bila Anda memerlukan dokumen administrasi dengan tata naskah yang lebih lengkap, gunakan Modul Surat yang dirancang khusus untuk surat keluar resmi.

Catatan Penting

  • Daftar santri yang dapat dipilih hanyalah santri berstatus aktif.
  • Pencatatan, persetujuan, penolakan, dan penghapusan izin diatur melalui perizinan asrama — pengasuh dan admin dengan akses yang sesuai dapat menanganinya.
  • Menghapus izin bersifat permanen; lakukan dengan hati-hati. Penghapusan juga tercatat di audit log.

Untuk gambaran menyeluruh modul ini, lihat Modul Asrama — Gambaran Umum.